<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Tikomis Blog</title>
	<atom:link href="http://smktikom.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://smktikom.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 06 May 2010 06:00:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='smktikom.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Tikomis Blog</title>
		<link>http://smktikom.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://smktikom.wordpress.com/osd.xml" title="Tikomis Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://smktikom.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pengakuan Masyarakat Dunia</title>
		<link>http://smktikom.wordpress.com/2010/05/06/pengakuan-masyarakat-dunia/</link>
		<comments>http://smktikom.wordpress.com/2010/05/06/pengakuan-masyarakat-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 May 2010 06:00:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>raisyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smktikom.wordpress.com/2010/05/06/pengakuan-masyarakat-dunia/</guid>
		<description><![CDATA[Baso Terenak Sedunia Ada di Tasikmalaya Tulisan &#8220;Maulana Yudiman&#8221; &#124; 5 Mei 2010 &#124; Kota Tasikmalaya, dulu pernah menyandang sebutan city with a thousand hills atau kota dengan seribu bukit. Sekarang? boleh jadi julukan itu berubah menjadi a city with a million meat balls alias kota sejuta baso. Ini karena hampir di setiap sudut kota, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smktikom.wordpress.com&amp;blog=8030213&amp;post=23&amp;subd=smktikom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baso Terenak Sedunia Ada di Tasikmalaya<br />
Tulisan &#8220;Maulana Yudiman&#8221;<br />
|  5 Mei 2010  |</p>
<p>Kota Tasikmalaya, dulu pernah menyandang sebutan city with a thousand hills atau kota dengan seribu bukit. Sekarang? boleh jadi julukan itu berubah menjadi a city with a million meat balls alias kota sejuta baso. Ini karena hampir di setiap sudut kota, bisa ditemukan jajanan mie dan bola-bola daging atau yang lebih dikenal dengan sebutan mie baso plus aneka variasinya.</p>
<p>Bagaimana ceritanya Tasik menjadi kota baso? Entahlah, wallahou alam bisshowab … Sulit mengurai awal mula sejarah, mie bakso (atau baso dalam pelafalan orang sunda), hingga menjadi makanan yang demikian populer dan digemari oleh masyarakat khususnya di Tasikmalaya. Padahal, jika dirunut dari sejarahnya, baso bukanlah makanan asli Indonesia, apalagi asli Tasikmalaya. Makanan yang jika dirunut  akar sejarahnya berasal dari Cina ini, telah menjadi makanan generik (common food) yang juga dikenal di banyak kota lain.</p>
<p>Hanya saja, orang Tasik mungkin dapat digolongkan sebagai pencinta berat mie baso. Tidak jelas juga bagaimana ceritanya, mie baso, kemudian menjadi sajian dan jenis makanan yang begitu digemari dan disukai oleh masyarakat kota Tasik dari semua kalangan ; tua-muda, laki-laki dan perempuan, remaja dan orang dewasa, cukup banyak menggemari makanan olahan dari mie dan daging ini.</p>
<p>Kondisi inilah yang kemudian ditangkap para enterpreneur sebagai peluang bisnis. Mereka kemudian menjadikan baso sebagai usaha dan lahan bisnis yang menjanjikan. Terbukti tak sedikit pengusaha yang sukses dari usaha berjualan mie baso di Tasikmalaya.</p>
<p>Para penjaja baso di Tasik sangatlah beragam. Dari yang berjualan dengan gerobak di emperan toko, hingga yang membuka gerai di gedung megah di jalan protokol kota. Selain beragamnya penjaja, beragam pula jenis baso yang bisa ditemui di Tasikmalaya. Baso Tasik dikenal karena adanya perpaduan beragam unsur kuliner Cina, Jawa, hingga Sunda yang pada akhirnya memunculkan keunikan dan kekhasannya sendiri-sendiri.  Para perantau dari Wonogiri dan Solo, menghadirkan baso solo yang mendatangkan penggemar sendiri. Sedangkan Baso Tasik, sudah lebih dulu jadi tuan rumah dan tetap mendapat tempat terhormat dari para penggemarnya karena kaya dengan warisan dan tradisi kuliner yang sudah tertanam sejak lama.</p>
<p>Masuknya beragam unsur kuliner dari berbagai tempat dan kota pada sajian mie baso di Tasik, tidak membuat baso asli Tasik tergusur. Justru sebaliknya semakin memperkaya kekhasan kuliner kota Tasikmalaya, dan memungkinkan para penggila baso memiliki banyak opsi untuk memilih jenis baso yang disukai. Ini juga berarti, warga dan masyarakat Tasik cukup apresiatif dan adaptif dalam menerima tradisi kuliner baru yang datang ke kota mereka. Baso dengan tradisi kekayaan kuliner Cina, ditandai misalnya dengan tekstur mie-nya yang kenyal dan berminyak, plus penambahan pangsit, siomay, ceker, sebagai pelengkap dan bumbu yang umum terdapat dalam ragam kuliner asal negeri Tiongkok.</p>
<p>Sementara Baso Solo seperti Mas Haji Wiji dan Mas Haji Kiman, ditandai dengan rasa olahan daging yang khas, penambahan rebusan daging tetelan, serta kuah dengan rasa kaldu sapi yang gurih dan kental. Baso Tasik seperti Mang Komar tentu lain lagi. Mang Komar yang juga mendapat  julukan baso Hobjur alias Hobby Juru (karena lokasi warung basonya pernah terletak di sudut alias juru dalam bhs Sunda &#8211; Restoran Hobby di Jl. Pemuda) menandai basonya dengan guyuran kuah udang giling yang membuat rasanya semakin eksotis dan gurih.</p>
<p>Ingin bertualang dengan rasa baso yang lain? Cicipi saja baso Kurdi. Jika yang lain mencampur toge atau sausin, sebagai padanan mie, Mas Kurdi malah merajang kubis dan menambahkan racikan kencur dalam kuahnya. Alhasil rasanya pun begitu menggoda. Basonya lain daripada yang lain, karena dibuat dari tapioka (aci- dalam bahasa sunda), yang didalamnya diisi lemak sapi. Dan ketika baso itu pecah di mulut, sensasi yang dihadirkannya sungguh luar biasa. Top markotop.</p>
<p>Barade (Mau) Baso … Baso …!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/smktikom.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/smktikom.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/smktikom.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/smktikom.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/smktikom.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/smktikom.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/smktikom.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/smktikom.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/smktikom.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/smktikom.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/smktikom.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/smktikom.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/smktikom.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/smktikom.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smktikom.wordpress.com&amp;blog=8030213&amp;post=23&amp;subd=smktikom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smktikom.wordpress.com/2010/05/06/pengakuan-masyarakat-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1024951f46a3f1be9f298b52776eb1ca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">raisyan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bagaimana kita memilih?</title>
		<link>http://smktikom.wordpress.com/2009/07/25/bagaimana-kita-memilih/</link>
		<comments>http://smktikom.wordpress.com/2009/07/25/bagaimana-kita-memilih/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2009 16:25:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>raisyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Sebuah Pilihan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smktikom.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Judul tersebut mungkin tidak terlalu aneh dibenak kita, karena dalam hidup pastinya kita selalu dihadapkan dalam pilihan-pilihan, (hitam atau putih, kanan atau kiri, atas atau bawah, dsb) yang mungkin membuat kita kebingungan dalam hal memilihnya. Sebuah niat yang baik merupakan awal dari proses menentukan pilihan yang tepat. Niat tersebut menentukan perjalanan kita dalam menentukan suatu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smktikom.wordpress.com&amp;blog=8030213&amp;post=21&amp;subd=smktikom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul tersebut mungkin tidak terlalu aneh dibenak kita, karena dalam hidup pastinya kita selalu dihadapkan dalam pilihan-pilihan, (hitam atau putih, kanan atau kiri, atas atau bawah, dsb) yang mungkin membuat kita kebingungan dalam hal memilihnya.<br />
Sebuah niat yang baik merupakan awal dari proses menentukan pilihan yang tepat. Niat tersebut menentukan perjalanan kita dalam menentukan suatu proses atau perjalanan yang terbaik dalam pemilihan keputusan. Hasil akhir dari proses yang kita jalani tidak dapat hanya dilihat dari dapat atau tidaknya tujuan itu tercapai (bagus atau jelek, berhasil atau tidak berhasil, dsb). Evaluasi dari pencapaian akhir haruslah dilihat juga dari bagaimana kita melakukan proses mencapai tujuan tersebut.<br />
Dari pilihan-pilihan itu (dalam sebuah proses atau usaha) haruslah kita awali dari i&#8217;tikat yang baik dalam mencapai tujuan awal kita. Perencanaan yang tepat, visi&amp;misi yang jelas, pola yang terstruktur, dan sebuah proses analisis merupakan jembatan yang menurut penulis sangat ilmiah dalam menentukan sebuah Pilihan yang pastinya akan menentukan nasib kita.<br />
Tulisan ini hanya sebuah analisa yang belum teruji, tetapi yang jelas sementara bisa dipertanggungjawabkan menurut pandangan umum. Dan pastinya masih membutuhkan komentar dari semua pihak. Dan pastinya lagi faktor &#8220;keberuntungan&#8221; adalah kunci dari bagaimana pilihan kita dapat tercapai. Semoga dari analisa penulis dapat menambah referensi. ~Rasa Kami Milik Anda~</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/smktikom.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/smktikom.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/smktikom.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/smktikom.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/smktikom.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/smktikom.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/smktikom.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/smktikom.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/smktikom.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/smktikom.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/smktikom.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/smktikom.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/smktikom.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/smktikom.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smktikom.wordpress.com&amp;blog=8030213&amp;post=21&amp;subd=smktikom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smktikom.wordpress.com/2009/07/25/bagaimana-kita-memilih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1024951f46a3f1be9f298b52776eb1ca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">raisyan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://smktikom.wordpress.com/2009/06/15/16/</link>
		<comments>http://smktikom.wordpress.com/2009/06/15/16/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2009 01:36:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>raisyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smktikom.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[PSIKOLOGI PENDIDIKAN I. PENDAHULUAN 1.1. Pengertian Psikologi Psikologi berasal dari kata Yunani “psyche” yang artinya jiwa. Logos berarti ilmu pengetahuan. Jadi secara etimologi psikologi berarti : “ilmu yang mempelajari tentang jiwa, baik mengenai gejalanya, prosesnya maupun latar belakangnya”. Psikologi didefinisikan sebagai kajian saintifik tentang tingkahlaku dan proses mental organisme. Saintifik bermakna kajian yang dilakukan dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smktikom.wordpress.com&amp;blog=8030213&amp;post=16&amp;subd=smktikom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PSIKOLOGI PENDIDIKAN<br />
I. PENDAHULUAN<br />
1.1. Pengertian Psikologi<br />
Psikologi berasal dari kata Yunani “psyche” yang artinya jiwa. Logos berarti ilmu pengetahuan. Jadi secara etimologi psikologi berarti : “ilmu yang mempelajari tentang jiwa, baik mengenai gejalanya, prosesnya maupun latar belakangnya”. Psikologi didefinisikan sebagai kajian saintifik tentang tingkahlaku dan proses mental organisme. Saintifik bermakna kajian yang dilakukan dan data yang dikumpulkan mengikuti prosedur yang sistematik.<br />
1.2. Pengertian Pendidikan<br />
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.<br />
Crow (dalam Supriyatno, 2001) mengatakan bahwa pendidikan diinterpretasikan dengan makna untuk mempertahankan individu dengan kebutuhan-kebutuhan yang senantiasa bertambah dan merupakan suatu harapan untuk dapat mengembangkan diri agar berhasil serta untuk memperluas, mengintensifkan ilmu pengetahuan dan memahami elemen-elemen yang ada disekitarnya. Pendidikan merupakan pengaruh lingkungan terhadap individu untuk menghasilkan perubahan-perubahan yang tetap dalam kebiasaan perilaku, pikiran dan sikapnya (Thompson, 1993).<br />
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1991), pendidikan diartikan sebagai proses pembelajaran bagi individu untuk mencapai pengetahuan dan pemahaman yang lebih tinggi mengenai obyek-obyek tertentu dan spesifik. Pengetahuan tersebut diperoleh secara formal yang berakibat individu mempunyai pola pikir dan perilaku sesuai dengan pendidikan yang telah diperolehnya.<br />
1.3. Pengertian Pembelajaran<br />
Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran (Oemar Hamalik,1995:57)<br />
Muhammad Surya berpendapat bahwa pembelajaran itu ialah suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.<br />
Dari uraian diatas penulis menyimpulakan bahwa proses pembelajaran merupakan proses untuk merubah perilaku secara keseluruhan yang dilakukan oleh guru terhadap peserta didik meliputi aspek kognitif, afektif dan motorik secara berkesinambungan.</p>
<p>1.4. Hubungan Psikologi, Pendidikan dan Pembelajaran<br />
Psikologi pendidikan merupakan sub disiplin ilmu psikologi. Psikologi pendidikan dideskripsikan oleh E. L. Thorndike pada tahun 1903 sebagai “middlemen mediating between the science of psychology and the art of teaching”.  Dalam banyak studi, secara singkat, psikologi pendidikan merupakan suatu disiplin ilmu yang mengaplikasikan ilmu psikologi dalam dunia belajar dan mendidik peserta didik dalam aspek kognitif, afektif dan psikomotorik sebagai faktor pendukung pembelajaran. </p>
<p>II. Pengertian Belajar<br />
2.1. Pengertian Belajar menurut para pakar<br />
•	Moh. Surya (1997) : “belajar dapat diartikan sebagai suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh perubahan perilaku baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya”.</p>
<p>•	Witherington (1952) : “belajar merupakan perubahan dalam kepribadian yang dimanifestasikan sebagai pola-pola respons yang baru berbentuk keterampilan, sikap, kebiasaan, pengetahuan dan kecakapan”.<br />
•	Crow &amp; Crow dan (1958) : “ belajar adalah diperolehnya kebiasaan-kebiasaan, pengetahuan dan sikap baru”.<br />
•	Hilgard (1962) : “belajar adalah proses dimana suatu perilaku muncul perilaku muncul atau berubah karena adanya respons terhadap sesuatu situasi”<br />
•	Di Vesta dan Thompson (1970) : “ belajar adalah perubahan perilaku yang relatif menetap sebagai hasil dari pengalaman”.<br />
•	Gage &amp; Berliner : “belajar adalah suatu proses perubahan perilaku yang yang muncul karena pengalaman”<br />
Menurut penulis, belajar merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi dan berperan penting dalam pembentukan pribadi dan perilaku individu yang diukur dari segi afektif, kognitif, dan psikomotorik dalam berinteraksi dengan lingkungannya.<br />
2.2. Hubungan Perkembangan dengan Belajar<br />
Perkembangan (development) adalah proses atau tahapan pertumbuhan ke arah yang lebuh maju. Pertumbuhan sendiri (growth) berarti tahapan peningkatan sesuatu dalam hal jumlah,ukuran dan arti pentingnya (kualitas dan kuantitas). Pertumbuhan juga berarti sebuah tahapan perkembangan (a stage of development) (Mc. Leod, 1989). Tahapan peningkatan kualitas dan kuantitas sebagai proses perkembangan individu tersebut dapat tercapai melalui proses belajar yang secara terstruktur.<br />
III. Teori-Teori Belajar<br />
	3.1. Teori Conectionisme<br />
	 Proses belajar menurut Thorndike melalui proses :<br />
	1. 	Trial and Error (mencoba-coba dan mengalami kegagalan)<br />
	2. 	Law of effect yang berarti bahwa segala tingkah laku yang mengakibatkan suatu keadaan yang memuaskan (cocok dengan tuntutan situasi) akan diingat dan dipelajari sebaik-baiknya.<br />
	Menurut Thorndike belajar adalah pembentukan hubungan antara stimulus dan respon, antar aksi dan reaksi.<br />
3.2. Classical conditioning<br />
		Menurut teori ini belajar adalah suatu proses perubahan yang terjadi karena adanya syarat-syarat (condition) yang kemudian menimbulkan reaksi (respons). Untuk menjadikan seseorang itu belajar haruslah kita memberi syarat-syarat tertentu. Yang terpenting dalam belajar menurut teori ini adalah adanya latihan-latihan yang kontinyu. Yang diutamakan dalam teori ini adalah hal belajar yang terjadi secara otomatis.<br />
		Melalui proses yang tidak mereka sadari, belajar menyukai atau membenci pelajaran tertentu karena adanya CR (Conditioned Response) yang bisa berasal dari perilaku guru, situasi kelas yang tidak bersahabat (atau sebaliknya) atau hal-hal lain yang menyebabkan siswa menghubungkan satu kejadian dengan kejadian lain (associative learning) yang pada akhirnya membuat mereka memiliki sikap tertentu terhadap aktifitas belajar.</p>
<p> 3.3 Operant Conditioning (B.F. Skinner: 1904 – 1990)<br />
Skinner mengembangkan teori Classical Conditioning Pavlov karena menurut Skinner, teori Pavlov hanya bisa menjelaskan proses belajar melalui interaksi stimulus dan respon yang sederhana saja. Untuk perilaku manusia yang kompleks, menurut Skinner, tentu diperlukan interaksi stimulus dan respon yang kompleks pula. Dalam teorinya, Skinner mengatakan bahwa komponen belajar terdiri dari stimulus, penguatan (reinforcement) dan respon.<br />
Positive reinforcement (Penguat Positif): memperkuat perilaku yang diharapkan dengan jalan menghadirkan penguat positif setelah perilaku tertentu terjadi. Misalnya, jika seorang siswa berhasil menjawab pertanyaan yang diajukan guru dengan benar, maka pujian yang diberikan guru sesaat setelah jawaban yang benar diberikan akan menyebabkan siswa berupaya memberi jawaban yang benar di kemudian hari. Negative reinforcement (Penguat Negatif): dikatakan penguat negatif, karena dengan menghilangkan (atau tidak menghadirkan) suatu perlakuan tertentu, maka respon siswa jadi lebih baik. Misalnya, guru yang selalu melaksanakan tes atau quiz mendadak di kelas. Jika pada suatu ketika kebiasaan ini dihilangkan dan kemampuan yang ditunjukkan siswa sama bagusnya dengan ketika praktek tes mendadak biasa dilaksanakan, maka dalam hal ini tes mendadak tsb. dinamakan penguat negative.<br />
 3.4. Cognitivif Approach<br />
		Menurut para pendukung teori ini, belajar adalah suatu proses mental, yang tidak selalu harus bisa diamati, yang bisa juga diberi nama pemrosesan informasi.<br />
		Perubahan tingkah laku yang terjadi adalah merupakan refleksi dari interaksi persepsi diri seseorang terhadap sesuatu yang diamati dan dipikirkannya. Menurut para pendukung teori kognitif, bagaimana teori behaviorisme bisa menjelaskan proses belajar yang terjadi pada beberapa siswa yang berbeda, dimana setelah mendapat stimulus yang sama mereka menghasilkan respon yang berbeda.<br />
		Mungkin mereka tidak memiliki motivasi yang sama, mungkin mereka menerapkan cara belajar yang berbeda, mungkin mereka memiliki background knowledge yang berbeda, atau mungkin cara pemecahan masalah yang mereka terapkan juga berbeda. Terdapat banyak kemungkinan yang bisa menyebabkan mengapa stimulus yang sama tidak menghasilkan respon yang sama.</p>
<p>IV. Pendapat Imam Al-Gazaly tentang Ilmu Pengetahuan</p>
<p>Imam Al-Gazaly berpendapat bahwa kewajiban bagi setiap manusia untuk mencari ilmu pengetahuan sampai akhir hayat. Dari semenjak lahir, manusia telah mendapat ilmu pengetahuan dari orang tuanya sampai anak tersebut dapat berkembang dan mendapat ilmu pengetahuan dengan cara dan konsepnya sendiri. Setiap manusia diwajibkan untuk mencari dan mendapatkan ilmu pengetahuan baik melalui pendidikan formal, informal, maupun non-formal sehingga dalam kehidupannya dapat bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungannya.</p>
<p>DAFTAR PUSTAKA</p>
<p>http://avin.staff.ugm.ac.id/data/jurnal/psikologilingkungan_avin.pdf</p>
<p>http://pascaldaddy512.wordpress.com/2008/12/07/penelitian-%E2%80%9C-penerapan-metode-praktikum-dalam-meningkatkan-hasil-belajar-kimia-siswa-dalam-pokok-bahasan-asam-dan-basa-di-smp%E2%80%9C/</p>
<p>http://pdf-search-engine.com/teori-pendidikan-pdf.html</p>
<p>http://teori-psikologi.blogspot.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/smktikom.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/smktikom.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/smktikom.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/smktikom.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/smktikom.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/smktikom.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/smktikom.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/smktikom.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/smktikom.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/smktikom.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/smktikom.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/smktikom.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/smktikom.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/smktikom.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smktikom.wordpress.com&amp;blog=8030213&amp;post=16&amp;subd=smktikom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smktikom.wordpress.com/2009/06/15/16/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1024951f46a3f1be9f298b52776eb1ca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">raisyan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Psikologi Pendidikan</title>
		<link>http://smktikom.wordpress.com/2009/06/15/psikologi-pendidikan/</link>
		<comments>http://smktikom.wordpress.com/2009/06/15/psikologi-pendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2009 01:19:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>raisyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smktikom.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[PSIKOLOGI PENDIDIKAN I. PENDAHULUAN 1.1. Pengertian Psikologi Psikologi berasal dari kata Yunani “psyche” yang artinya jiwa. Logos berarti ilmu pengetahuan. Jadi secara etimologi psikologi berarti : “ilmu yang mempelajari tentang jiwa, baik mengenai gejalanya, prosesnya maupun latar belakangnya”. Psikologi didefinisikan sebagai kajian saintifik tentang tingkahlaku dan proses mental organisme. Saintifik bermakna kajian yang dilakukan dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smktikom.wordpress.com&amp;blog=8030213&amp;post=11&amp;subd=smktikom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PSIKOLOGI PENDIDIKAN</strong><br />
I. PENDAHULUAN<br />
1.1. Pengertian Psikologi<br />
Psikologi berasal dari kata Yunani “psyche” yang artinya jiwa. Logos berarti ilmu pengetahuan. Jadi secara etimologi psikologi berarti : “ilmu yang mempelajari tentang jiwa, baik mengenai gejalanya, prosesnya maupun latar belakangnya”. Psikologi didefinisikan sebagai kajian saintifik tentang tingkahlaku dan proses mental organisme. Saintifik bermakna kajian yang dilakukan dan data yang dikumpulkan mengikuti prosedur yang sistematik.<br />
1.2. Pengertian Pendidikan<br />
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.<br />
Crow (dalam Supriyatno, 2001) mengatakan bahwa pendidikan diinterpretasikan dengan makna untuk mempertahankan individu dengan kebutuhan-kebutuhan yang senantiasa bertambah dan merupakan suatu harapan untuk dapat mengembangkan diri agar berhasil serta untuk memperluas, mengintensifkan ilmu pengetahuan dan memahami elemen-elemen yang ada disekitarnya. Pendidikan merupakan pengaruh lingkungan terhadap individu untuk menghasilkan perubahan-perubahan yang tetap dalam kebiasaan perilaku, pikiran dan sikapnya (Thompson, 1993).<br />
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1991), pendidikan diartikan sebagai proses pembelajaran bagi individu untuk mencapai pengetahuan dan pemahaman yang lebih tinggi mengenai obyek-obyek tertentu dan spesifik. Pengetahuan tersebut diperoleh secara formal yang berakibat individu mempunyai pola pikir dan perilaku sesuai dengan pendidikan yang telah diperolehnya.<br />
1.3. Pengertian Pembelajaran<br />
Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran (Oemar Hamalik,1995:57)<br />
Muhammad Surya berpendapat bahwa pembelajaran itu ialah suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.<br />
Dari uraian diatas penulis menyimpulakan bahwa proses pembelajaran merupakan proses untuk merubah perilaku secara keseluruhan yang dilakukan oleh guru terhadap peserta didik meliputi aspek kognitif, afektif dan motorik secara berkesinambungan.</p>
<p>1.4. Hubungan Psikologi, Pendidikan dan Pembelajaran<br />
Psikologi pendidikan merupakan sub disiplin ilmu psikologi. Psikologi pendidikan dideskripsikan oleh E. L. Thorndike pada tahun 1903 sebagai “middlemen mediating between the science of psychology and the art of teaching”.  Dalam banyak studi, secara singkat, psikologi pendidikan merupakan suatu disiplin ilmu yang mengaplikasikan ilmu psikologi dalam dunia belajar dan mendidik peserta didik dalam aspek kognitif, afektif dan psikomotorik sebagai faktor pendukung pembelajaran. </p>
<p>II. Pengertian Belajar<br />
2.1. Pengertian Belajar menurut para pakar<br />
•	Moh. Surya (1997) : “belajar dapat diartikan sebagai suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh perubahan perilaku baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya”.</p>
<p>•	Witherington (1952) : “belajar merupakan perubahan dalam kepribadian yang dimanifestasikan sebagai pola-pola respons yang baru berbentuk keterampilan, sikap, kebiasaan, pengetahuan dan kecakapan”.<br />
•	Crow &amp; Crow dan (1958) : “ belajar adalah diperolehnya kebiasaan-kebiasaan, pengetahuan dan sikap baru”.<br />
•	Hilgard (1962) : “belajar adalah proses dimana suatu perilaku muncul perilaku muncul atau berubah karena adanya respons terhadap sesuatu situasi”<br />
•	Di Vesta dan Thompson (1970) : “ belajar adalah perubahan perilaku yang relatif menetap sebagai hasil dari pengalaman”.<br />
•	Gage &amp; Berliner : “belajar adalah suatu proses perubahan perilaku yang yang muncul karena pengalaman”<br />
Menurut penulis, belajar merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi dan berperan penting dalam pembentukan pribadi dan perilaku individu yang diukur dari segi afektif, kognitif, dan psikomotorik dalam berinteraksi dengan lingkungannya.<br />
2.2. Hubungan Perkembangan dengan Belajar<br />
Perkembangan (development) adalah proses atau tahapan pertumbuhan ke arah yang lebuh maju. Pertumbuhan sendiri (growth) berarti tahapan peningkatan sesuatu dalam hal jumlah,ukuran dan arti pentingnya (kualitas dan kuantitas). Pertumbuhan juga berarti sebuah tahapan perkembangan (a stage of development) (Mc. Leod, 1989). Tahapan peningkatan kualitas dan kuantitas sebagai proses perkembangan individu tersebut dapat tercapai melalui proses belajar yang secara terstruktur.<br />
III. Teori-Teori Belajar<br />
	3.1. Teori Conectionisme<br />
	 Proses belajar menurut Thorndike melalui proses :<br />
	1. 	Trial and Error (mencoba-coba dan mengalami kegagalan)<br />
	2. 	Law of effect yang berarti bahwa segala tingkah laku yang mengakibatkan suatu keadaan yang memuaskan (cocok dengan tuntutan situasi) akan diingat dan dipelajari sebaik-baiknya.<br />
	Menurut Thorndike belajar adalah pembentukan hubungan antara stimulus dan respon, antar aksi dan reaksi.<br />
3.2. Classical conditioning<br />
		Menurut teori ini belajar adalah suatu proses perubahan yang terjadi karena adanya syarat-syarat (condition) yang kemudian menimbulkan reaksi (respons). Untuk menjadikan seseorang itu belajar haruslah kita memberi syarat-syarat tertentu. Yang terpenting dalam belajar menurut teori ini adalah adanya latihan-latihan yang kontinyu. Yang diutamakan dalam teori ini adalah hal belajar yang terjadi secara otomatis.<br />
		Melalui proses yang tidak mereka sadari, belajar menyukai atau membenci pelajaran tertentu karena adanya CR (Conditioned Response) yang bisa berasal dari perilaku guru, situasi kelas yang tidak bersahabat (atau sebaliknya) atau hal-hal lain yang menyebabkan siswa menghubungkan satu kejadian dengan kejadian lain (associative learning) yang pada akhirnya membuat mereka memiliki sikap tertentu terhadap aktifitas belajar.</p>
<p> 3.3 Operant Conditioning (B.F. Skinner: 1904 – 1990)<br />
Skinner mengembangkan teori Classical Conditioning Pavlov karena menurut Skinner, teori Pavlov hanya bisa menjelaskan proses belajar melalui interaksi stimulus dan respon yang sederhana saja. Untuk perilaku manusia yang kompleks, menurut Skinner, tentu diperlukan interaksi stimulus dan respon yang kompleks pula. Dalam teorinya, Skinner mengatakan bahwa komponen belajar terdiri dari stimulus, penguatan (reinforcement) dan respon.<br />
Positive reinforcement (Penguat Positif): memperkuat perilaku yang diharapkan dengan jalan menghadirkan penguat positif setelah perilaku tertentu terjadi. Misalnya, jika seorang siswa berhasil menjawab pertanyaan yang diajukan guru dengan benar, maka pujian yang diberikan guru sesaat setelah jawaban yang benar diberikan akan menyebabkan siswa berupaya memberi jawaban yang benar di kemudian hari. Negative reinforcement (Penguat Negatif): dikatakan penguat negatif, karena dengan menghilangkan (atau tidak menghadirkan) suatu perlakuan tertentu, maka respon siswa jadi lebih baik. Misalnya, guru yang selalu melaksanakan tes atau quiz mendadak di kelas. Jika pada suatu ketika kebiasaan ini dihilangkan dan kemampuan yang ditunjukkan siswa sama bagusnya dengan ketika praktek tes mendadak biasa dilaksanakan, maka dalam hal ini tes mendadak tsb. dinamakan penguat negative.<br />
 3.4. Cognitivif Approach<br />
		Menurut para pendukung teori ini, belajar adalah suatu proses mental, yang tidak selalu harus bisa diamati, yang bisa juga diberi nama pemrosesan informasi.<br />
		Perubahan tingkah laku yang terjadi adalah merupakan refleksi dari interaksi persepsi diri seseorang terhadap sesuatu yang diamati dan dipikirkannya. Menurut para pendukung teori kognitif, bagaimana teori behaviorisme bisa menjelaskan proses belajar yang terjadi pada beberapa siswa yang berbeda, dimana setelah mendapat stimulus yang sama mereka menghasilkan respon yang berbeda.<br />
		Mungkin mereka tidak memiliki motivasi yang sama, mungkin mereka menerapkan cara belajar yang berbeda, mungkin mereka memiliki background knowledge yang berbeda, atau mungkin cara pemecahan masalah yang mereka terapkan juga berbeda. Terdapat banyak kemungkinan yang bisa menyebabkan mengapa stimulus yang sama tidak menghasilkan respon yang sama.</p>
<p>IV. Pendapat Imam Al-Gazaly tentang Ilmu Pengetahuan</p>
<p>Imam Al-Gazaly berpendapat bahwa kewajiban bagi setiap manusia untuk mencari ilmu pengetahuan sampai akhir hayat. Dari semenjak lahir, manusia telah mendapat ilmu pengetahuan dari orang tuanya sampai anak tersebut dapat berkembang dan mendapat ilmu pengetahuan dengan cara dan konsepnya sendiri. Setiap manusia diwajibkan untuk mencari dan mendapatkan ilmu pengetahuan baik melalui pendidikan formal, informal, maupun non-formal sehingga dalam kehidupannya dapat bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungannya.</p>
<p>DAFTAR PUSTAKA</p>
<p>http://avin.staff.ugm.ac.id/data/jurnal/psikologilingkungan_avin.pdf</p>
<p>http://pascaldaddy512.wordpress.com/2008/12/07/penelitian-%E2%80%9C-penerapan-metode-praktikum-dalam-meningkatkan-hasil-belajar-kimia-siswa-dalam-pokok-bahasan-asam-dan-basa-di-smp%E2%80%9C/</p>
<p>http://pdf-search-engine.com/teori-pendidikan-pdf.html</p>
<p>http://teori-psikologi.blogspot.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/smktikom.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/smktikom.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/smktikom.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/smktikom.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/smktikom.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/smktikom.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/smktikom.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/smktikom.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/smktikom.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/smktikom.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/smktikom.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/smktikom.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/smktikom.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/smktikom.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smktikom.wordpress.com&amp;blog=8030213&amp;post=11&amp;subd=smktikom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smktikom.wordpress.com/2009/06/15/psikologi-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1024951f46a3f1be9f298b52776eb1ca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">raisyan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENERIMAAN SISWA BARU SMK TIKOM 2009/2010</title>
		<link>http://smktikom.wordpress.com/2009/06/05/penerimaan-siswa-baru-smk-tikom-20092010/</link>
		<comments>http://smktikom.wordpress.com/2009/06/05/penerimaan-siswa-baru-smk-tikom-20092010/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2009 01:03:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>raisyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smktikom.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[PENERIMAAN SISWA BARU SMK TIKOM IBNU SIENA TASIKMALAYA : TANGGAL : 1 JUNI S/D 15 JULI 2009 PUKUL : 08.00 S/D 16.00 WIB SEKRETARIAT : SMK TIKOM IBNU SIENA &#8211; JL. SILIWANGI NO.41(DEPAN UNSIL) TASIKMALAYA TLP.0265-333030 / 08122312365 (WIYANTO,ST,MM)<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smktikom.wordpress.com&amp;blog=8030213&amp;post=5&amp;subd=smktikom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PENERIMAAN SISWA BARU SMK TIKOM IBNU SIENA TASIKMALAYA :<br />
TANGGAL : 1 JUNI S/D 15 JULI 2009<br />
PUKUL : 08.00 S/D 16.00 WIB<br />
SEKRETARIAT : SMK TIKOM IBNU SIENA &#8211; JL. SILIWANGI NO.41(DEPAN UNSIL) TASIKMALAYA TLP.0265-333030 / 08122312365 (WIYANTO,ST,MM)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/smktikom.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/smktikom.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/smktikom.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/smktikom.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/smktikom.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/smktikom.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/smktikom.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/smktikom.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/smktikom.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/smktikom.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/smktikom.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/smktikom.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/smktikom.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/smktikom.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smktikom.wordpress.com&amp;blog=8030213&amp;post=5&amp;subd=smktikom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smktikom.wordpress.com/2009/06/05/penerimaan-siswa-baru-smk-tikom-20092010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1024951f46a3f1be9f298b52776eb1ca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">raisyan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Introduce</title>
		<link>http://smktikom.wordpress.com/2009/06/05/introduce/</link>
		<comments>http://smktikom.wordpress.com/2009/06/05/introduce/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2009 00:49:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>raisyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smktikom.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[sebagai smk rintisan, SMK TIKOM IBNU SIENA Tasikmalaya yang didirikan bulan Juni 2008,yang beralamat di Komplek Pesantren Modern Yayasan Ibnu Siena, Jl. Siliwangi no.41 Tasikmalaya Phone : 0265-333030, menancapkan visi : “Menjadi wadah pendidikan yang melahirkan generasi muda yang berakhlak mulia dan berkualitas yang memiliki kemampuan memanfaatkan, mengembangkan serta menguasai ilmu pengetahuan teknologi dan seni [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smktikom.wordpress.com&amp;blog=8030213&amp;post=3&amp;subd=smktikom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>sebagai smk rintisan, SMK TIKOM IBNU SIENA Tasikmalaya yang didirikan bulan Juni 2008,yang beralamat di Komplek Pesantren Modern Yayasan Ibnu Siena, Jl. Siliwangi no.41 Tasikmalaya Phone : 0265-333030, menancapkan visi : “Menjadi wadah pendidikan yang melahirkan generasi muda yang berakhlak mulia dan berkualitas yang memiliki kemampuan memanfaatkan, mengembangkan serta menguasai ilmu pengetahuan teknologi dan seni (IPTEKS)” dan misi :Menumbuhkan siswa/siswi yang berakhlakul karimah;<br />
Membangkitkan siswa/siswi gemar membaca;Mengarahkan siswa/siswi pola hidup sederhana;Mendorong siswa/siswi mandiri, kreatif dan inivatif;Menjadikan siswa/siswi yang menguasai teknologi informasi;Menjadikan siswa/siswi yang menguasai teknologi komunikasi;<br />
Menjadikan siswa/siswi yang menguasai teknologi elektro.<br />
Sehingga dengan berbagai usaha, kerja keras dan loyalitas yang tinggi dari setiap menejemen SMK mengupayakan dan berusaha untuk menambah dinamika pendidikan di Kota Tasikmalaya semakin maju dan mampu membentu generasi muda yang unggul di bidangnya. Dengan do&#8217;a dan harapan semua pihak, kami berharap atas dukungan moril, maupun spiritual untuk kelancaran pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan di SMK TIKOM IBNU SIENA TASIKMALAYA ini. amieeee.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/smktikom.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/smktikom.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/smktikom.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/smktikom.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/smktikom.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/smktikom.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/smktikom.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/smktikom.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/smktikom.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/smktikom.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/smktikom.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/smktikom.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/smktikom.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/smktikom.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smktikom.wordpress.com&amp;blog=8030213&amp;post=3&amp;subd=smktikom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smktikom.wordpress.com/2009/06/05/introduce/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1024951f46a3f1be9f298b52776eb1ca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">raisyan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://smktikom.wordpress.com/2009/06/04/hello-world/</link>
		<comments>http://smktikom.wordpress.com/2009/06/04/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2009 07:03:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>raisyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smktikom.wordpress.com&amp;blog=8030213&amp;post=1&amp;subd=smktikom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/smktikom.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/smktikom.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/smktikom.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/smktikom.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/smktikom.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/smktikom.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/smktikom.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/smktikom.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/smktikom.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/smktikom.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/smktikom.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/smktikom.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/smktikom.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/smktikom.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smktikom.wordpress.com&amp;blog=8030213&amp;post=1&amp;subd=smktikom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smktikom.wordpress.com/2009/06/04/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1024951f46a3f1be9f298b52776eb1ca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">raisyan</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
